Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Foto "Bunker Kiamat" Mewah Para Miliuner

Foto "Bunker Kiamat" Mewah Para Miliuner

Rasa takut dan kehawatiran berlebih terhadap kiamat menjadi bisnis menggiurkan bagi sejumlah pengusaha. Salah satu cara meraup untung adalah dengan membuat bunker alias lubang perlindungan superkuat yang menawarkan iming-iming, penghuninya bakal aman dan tenteram meski seisi dunia sedang kocar-kacir menghadapi bencana.

Setelah bunker buatan perusahaan Vivos, yang terletak di sebuah lokasi rahasia di Gurun Mojave, Barstow, Kalifornia, kini hadir lubang persembunyian lain di bawah padang rumput di Kansas. Bunker baru ini dibangun di bekas gudang misil, dan jauh lebih mewah.

Kenyamanan yang ditawarkan setara dengan kondominium mewah yang hanya bisa dibeli orang berkantong supertebal. Lengkap dengan kolam renang, bioskop, dan perpustakaan. Juga jaminan, bunker itu akan bertahan saat kiamat terjadi. Atau setidaknya, saat bencana keruntuhan ekonomi, badai matahari, serangan teroris, dan pandemi penyakit mematikan.

Sejauh ini sudah ada empat pembeli, yang menyetor dana total US$7 juta atau sekitar Rp64 miliar.

Siapa identitas pembelinya, tak diungkap. Namun setidaknya mereka punya dua kesamaan: sama-sama punya banyak uang dan ketakutan. "Mereka mengkhawatirkan banyak hal dari badai matahari, keruntuhan ekonomi, serangan teror, sampai kelangkaan pangan," kata pengembangnya, Larry Hall seperti dimuat Daily Mail, 10 April 2012.

Hall mengaku menyimpan satu kondominium itu untuk dirinya sendiri. Ia membelinya karena dirundung khawatir, lidah matahari akan memutuskan jaringan listrik dan memicu kerusuhan. Selama 'masa damai dan aman' mereka akan menggunakan bunker itu sebagai tempat berlibur.

Ia bukan satu-satunya orang yang membeli gudang misil rudal nuklir dan mengubahnya menjadi lokasi persembunyian. Salah satu pertimbangan, gudang tersebut di masa lalu sengaja dibangun untuk menahan ledakan bom atom -- dinding beton setebal 9 kaki dan terletak 53 meter di bawah tanah.

Hall membangun 14 lantai bawah tanah, tujuh lantai di antaranya dijual US$1 juta sampai US$2 juta per setengah lantai.


Untuk menghubungkan antar lantai saat ini masih menggunakan tangga besi. Namun, nantinya, bunker ini akan dilengkapi lift. Tiap unit kondominium dilengkapi dengan kamar mandi, dapur, dua ruang keluarga, serta segala perlengkapanya. Juga layar elektronik yang berperan seolah jendela. Dengan pemandangan yang bisa dipilih: romantisnya Paris, New York, pantai, hutan, apapun.

Untuk memberi makan para penghuninya yang berjumlah sekitar 70 orang, Hall membangun pertanian dalam ruang, untuk menanam sayur dan memelihara ikan. Juga timbunan makanan kaleng dan kering yang cukup untuk lima tahun. Sementara energi menggunakan sumber konvensional, termasuk kincir angin dan generator.

Untuk rekreasi, ada lantai yang digunakan untuk kolam renang, bioskop dan perpustakaan. Dalam posisi 'terkunci', ada lantai yang difungsikan sebagai pusat medis dan sekolah.


Untuk keamanan, Hall menyebut, dirancang secara rumit, mencegah gerombolan perampok menjarah lokasi itu. Lift hanya akan beroperasi berdasarkan sidik jari penghuni, kamera pengawas ditebar, dan pagar kawat berduri berlapis dipasang di sekeliling lokasi yang dirahasiakan itu.

Sejumlah pesohor telah melirik bunker ini. Ada pemain NFL, pembalap mobil, politisi terkenal, juga produser film.

Menanggapi fenomena bunker kiamat, antropolog University of Kansas, John Hoopes mengakui, ini bisnis yang menjanjikan. "Menjual ketakutan lebih baik, bahkan jika dibandingkan dengan menjual seks," kata dia.

"Sekarang seluruh penghuni planet ini terlibat dalam menyebarkan ketakutan itu. Itu hasil campur tangan internet."

Sumber : Vivanews

Apa Sih SOPA dan PIPA Itu?

Apa Itu SOPA dan PIPA - Bagi sobat yang sering bergelut dengan dunia maya dan atau beraktivitas di internet itu sudah merupakan kebutuhan sehari-hari, sobat harus baca info penting ini dan kenali apa itu SOPA dan PIPA. Berikut penjelasan yang LM kutip dari kaskus.us.


SOPA (Stop Online Piracy Act) dan PIPA (Protect IP Act) adalah undang-undang yang diajukan tahun lalu oleh senator dan pejabat tinggi AS dengan tujuan untuk melindungi hak cipta materi internet seperti video, musik, software dan semua barang digital dari pembajakan. SOPA dan PIPA mengatur bagaimana dunia maya seharusnya menurut mereka, dan tentunya penggunanya. Namun, undang-undang ini tidak sesederhana itu, banyak hal dari undang-undang ini akan mengubah cara kerja internet saat ini.

Apa yang menjadi dasar perintah utama undang-undang SOPA dan PIPA ini ?

Pemerintah AS dan organisasi perusahaan pemilik hak cipta dapat meminta penyedia layanan internet (ISP) untuk memblokir akses ke situs web yang dianggap sebagai penyedia tempat pelanggaran hak cipta. Teknisnya, yaitu memerintahkan ISP untuk mengubah server DNS mereka (baca: mem-block) dari membaca nama domain suatu situs di negara luar AS yang menyimpan konten ilegal seperti video, lagu, atau photo / gambar.
Pemerintah AS dan organisasi perusahaan pemilik hak cipta dapat mengambil tindakan hukum untuk menggugat mesin pencari, situs blog, direktori, atau situs secara umum yang memiliki situs-situs blacklist untuk dihapus dari situs web mereka. Teknisnya, yaitu memerintahkan situs pencari seperti Google atau lainnya untuk mengubah query pencariannya dengan mengecualikan situs yang menyimpan konten ilegal. Jadi, jika Anda mencari di situs pencari, situs ini tidak akan ditemukan. Prakteknya mirip dengan di Cina. Bila ada netter mengetik 'Tibet' atau 'Tianamen' di negeri tirai bambu itu dipastikan tak ditemukan hasil pencarian di Google. Begitu pula yang terjadi bila RUU disahkan di AS. Pengguna internet yang mengetik 'Iwan Yuliyanto download gratis' misal, bakal kecewa karena tiada hasil yang didapat, meskipun berkali - kali mencarinya.
Jaksa Agung AS dapat membawa kasus ke pengadilan yang akan memaksa mesin pencari, pengiklan, penyedia DNS, server, dan prosesor pembayaran dari memiliki kontak apapun dengan situs yang diduga melanggar. Teknisnya, yaitu memerintahkan layanan iklan seperti Google Adsense untuk menolak iklan atau pembayaran dari situs luar AS yang menyimpan konten ilegal. Prosesor pembayaran dapat memutuskan hubungan kerjasama dengan situs, bila mereka memberikan alasan kuat bahwa situs tersebut melanggar hak cipta. Teknisnya, yaitu memerintahkan layanan pembayaran online seperti Amazon, dsb untuk mematikan akun dari situs luar AS yang menyimpan konten ilegal.
RUU juga berpotensi memberi ancaman lebih dari itu karena definisi situs pembajak yang diusung SOPA dianggap terlalu luas. SOPA tak hanya mengancam situs-situs underground yang menyediakan lagu atau film gratis, namun juga situs yang dianggap dan dicurigai 'mempermudah atau memfasilitasi' materi bajakan bisa ikut disikat.
Contoh Kasus:

Saat seorang penonton konser merekam penampilan idolanya lewat ponsel lalu mengunggah ke situs YouTube tanpa izin distributor atau pemegang hak cipta, menurut RUU tersebut YouTube dianggap memfasilitasi pelanggaran hak cipta. Konsekuensinya YouTube harus di-block dan ditutup, dan pengunggah dipidanakan. Alhasil tak mustahil satu situs yang berisi puluhan ribu halaman bisa dimatikan hanya gara-gara satu halaman mengandung unsur pelanggaran hak cipta.

Apa dampaknya bila undang-undang tersebut disahkan?

Dengan disahkannya SOPA dan PIPA, tentu saja akan membuat para raksasa sekelas Google, Yahoo, Facebook dan Mozilla berteriak. Bila Anda masih ingat, Mozilla sepanjang Desember lalu selalu menayangkan kalimat yang berbunyi "Kongres berusaha menyensor internet. Bantu Mozilla untuk memperjuangkan internet yang bebas dan terbuka. Bergabunglah sekarang!". Saat kalimat itu di-klik, pesan itu membawa ke tautan penjelasan apa itu SOPA dan PIPA.

Sedangkan dampaknya secara global adalah pengunjung dunia maya tidak akan lagi bisa melakukan kegiatan mengunduh dan semacamnya karena undang-undang tersebut menganggap ilegal.

Tentunya, banyak aspek dari Internet yang akan berubah, salah satu implementasi yang akan dilakukan oleh SOPA dan PIPA terhadap Internet adalah DNS Filtering dan DNSSEC yang diyakini oleh para ahli internet dan salah satunya, Mozilla, bahwa hal tersebut akan mengakibatkan masalah keamanan pada Internet dan juga melambatkan kinerja internet saat ini. Ada juga dampak-dampak lain yang akan terjadi pada internet, antara lain:
Banyak blog atau situs yang akan ditutup dikarenakan penggunaan misalnya logo, foto ataupun media lain yang diklaim oleh sang pemilik.
Situs-situs web service dan sosial media seperti Multiply, Facebook, YouTube, rapid*share, Twitter, Flickr, dll akan mengalami banyak masalah dan dituntut karena konten-konten yang dikontribusi oleh publik akan disaring dan disensor secara ketat.
Inovasi dan perkembangan teknologi dari Internet akan melambat karena perusahaan-perusahaan baru harus dapat memenuhi standar dari SOPA dan PIPA.
Apakah ini akan berdampak ke seluruh dunia, termasuk Indonesia ?

Tentu saja, dengan undang-undang tersebut, maka pemerintah AS berhak menuntut situs untuk menghapus konten-konten yang menurut mereka ilegal atau situs tersebut akan diblok (melalui ISP setempat), sehingga pengguna tidak bisa membuka lagi situs kesayangannya. Secara garis besar, SOPA dan PIPA jika disetujui hanya akan berlaku di AS dan tidak di negara lain. TETAPI, jika ada yang menggunakan server-server di Amerika Serikat untuk hosting website, tentunya konten-konten website tersebut akan masuk ke dalam juridiksi hukum di sana. Memang secara langsung, SOPA dan PIPA ini tidak mempengaruhi jaringan internet di Indonesia. Namun, bisa dibayangkan untuk kita yang sehari-hari menggunakan service-service sosial media seperti Multiply, Facebook, Google, Twitter, YouTube, dan lain-lain; kebanyakan website-website ini akan menjadi target sasaran dari SOPA dan PIPA. Penggunaan internet bisa dipastikan akan berubah jika SOPA dan PIPA diluluskan.

Sederhananya, karena memang nyatanya di internet banyak situs (di luar AS) yang menyimpan konten-konten, parlemen AS mencari cara agar bisa melarang keberadaan situs semacam itu dan mengekang apa yang disebut kebebasan internet, karena sebenarnya SOPA dan PIPA bisa berdampak lebih luas dari sekedar pelarangan konten-konten. Teknisnya, apabila situs tersebut di luar Amerika, maka penyedia jasa layanan internet (ISP) diwajibkan memblokir akses ke situs tersebut.

Apa saja kendala yang dihadapi para penentang RUU SOPA dan PIPA ini ?

Pada Desember 2011 lalu, koalisi anti-SOPA memasang iklan satu halaman penuh di hampir semua media massa nasional. Tak tanggung-tanggung, Google bahkan menyewa 15 firma pelobi untuk menghadang paket RUU itu agar tidak sampai disahkan. Namun, musuh yang dihadapi anti-SOPA itu tidak enteng, mereka lawan sekaliber. Maklum industri musik, film dan kamar dagang Amerika berada dibalik RUU tersebut. Salah satunya Asosiasi Distributor Film Amerika (MPPAA) organisasi yang membawahi nama beken seperti Universal Pictures, Sony, Warner Bros dan 20th Century Fox. MPPA selama ini dikenal getol menarget situs luar agar tak bisa diakses warga AS dan dipandang sebagai pihak selalu kalah bila berhadapan pembajak asing.

Hampir semua media massa mengecam dan mengkritik RUU itu dalam editorialnya, seperti TechDirt. Tak ketinggalan situs-situs teknologi juga ikut menyuarakan tentangan keras. Gerakan anti-SOPA memang kuat, tapi mereka di luar Kongres. Sedangkan dalam Kongres dukungan terhadap paket yang terdiri dari dua RUU itu juga sangat serius. Pertempuran dua kubu pro dan anti RUU bisa jadi dimenangkan kubu yang pro (karena didukung pemodal raksasa).

Lantas, apa yang bisa kita lakukan ?

Meskipun kondisi terburuk sudah Anda baca pada poin 5 di atas, Tetaplah Optimis dan Semangat, kawan. Bila Anda masih menginginkan kebebasan , Anda PATUT mendukung sebuah PETISI yang telah dibuat.

Silakan SAAT INI juga menyumbangkan suaranya melalui link-link berikut:

Caranya: isi email dibawah tulisan “NOT IN THE US? PETITION THE STATE DEPARTMENT” lalu tekan tombol SIGN THE PETITION.

... atau ...

Caranya: isi email, nama, serta kode pos pada kolom sisi kanan, lalu tekan tombol SEND.

Mulai dari diri sendiri gan,
hilangkan pikiran "ah, cuma gw ini, mana pengaruh sama keputusan amrik".
ingat, pengguna internet ngga cuma di amrik, tapi di dunia.
dan INDONESIA menduduki peringkat ke-4 dalam daftar pengguna internet DUNIA.
ayo gan, kita pasti bisa. ingat sebelum 24 JANUARI 2012

Sumber:
http://ikanmasteri.com/archives/3567
http://fightforfreedom.multiply.com/journal/item/75?
http://wordpress.org/news/2012/01/help-stop-sopa-pipa/
4.5

Bagaimana menurut kamu mengenai Apa Itu SOPA dan PIPA dengan Rating 4.5 ini, beri komentarnya ya kalau menarik dan bagikan ke Google Plus, Twitter dan Facebook kamu. Trims...!!!

Ledakan Besar Matahari Tak Terjadi di 2012

Ledakan Besar Matahari Tak Terjadi di 2012

Banyak orang yang merasa takut solar flare raksasa yang mematikan bisa melemparkan energi yang besar untuk menghancurkan bumi. Terlebih, fakta akurat mengungkap aktivitas matahari saat ini lerengan uapnya berada pada siklus 11 tahun. Dalam kondisi seperti ini, semua orang mempercayai bahwa 2012 merupakan saat bagi lidah matahari atau solar flare itu melemparkan energinya.
 Tapi siklus matahari ini telah terjadi selama ribuan tahun. Setiap orang yang telah berumur 11 tahun telah melalui siklus tersebut, dan terbukti tidak merasakan bahaya seperti yang dikhawatirkan. Sebagai tambahan, puncak siklus matahari maksimal diprediksi terjadi pada akhir tahun 2013 atau awal 2014, dan bukan 2012.

Tapi hal terpenting adalah, solar flare terbesar pun tak memiliki cukup kekuatan untuk menghancurkan bumi secara fisik. Ini bukan berarti cuaca luar angkasa tidak berdampak bagi bumi. Meski ledakan panas dari nyala api matahari tidak membawa kerusakan bagi bumi, tapi radiasi elektromagnetik dan partikel energi tentunya dapat merusak.

Lidah matahari secara bertahap dapat mengubah lapisan teratas atmosfer dan menciptakan gangguan sinyal transmisi, seperti satelit GPS bumi yang dapat menyebabkan atmosfer menjadi tidak berfungsi dalam beberapa meter. Fenomena lain dihasilkan oleh aktivitas matahari menciptakan gangguan lebih merusak. Seperti diketahui sebuah ledakan besar di atmosfer matahari (CME), mendorong semburan partikel dan fluktuasi elektromagnetik ke dalam atmosfer bumi. Flukutuasi ini dapat menyebabkan fluktuasi listrik di tanah yang dapat meniupkan transformator dalam kekuatan jaringan. Ledakan atmosfer matahari juga dapat bertabrakan dengan listrik di satelit dan mengganggu sistem tersebut.

Di dunia yang bergantung pada teknologi seperti saat ini, kerusakan satelit tersebut jelas sangat merugikan. Karena, sebagian besar orang bergantung pada ponsel dan kendali GPS untuk peta dan navigasi pesawat, dan kerusakan satelit itu juga dapat mematikan transaksi keuangan secara online. Jadi, masalah cuaca luar angkasa jelas merupakan hal yang serius.

Problem yang sama juga terjadi saat ada badai. Seseorang dapat melindungi diri setelah mendapat informasi terkini, untuk kemudian melakukan persiapan sebelum kejadian. Selama badai terjadi, pemilik rumah dapat tetap tinggal atau lari dengan mematikan listrik.

Dengan analogi yang sama, ilmuwan di NASA dan NOAA berusaha mendapatkan informasi terkini dengan cepat, untuk memberi peringatan kepada perusahaan listrik, operator luar angkasa, dan pilot pesawat, sebelum sebuah ledakan atmosfer matahari datang ke bumi. Sehingga, antisipasi pun bisa dilakukan.

Meningkatkan kemampuan memprediksi cuaca yang dilakukan beberapa dekade yang lalu merupakan salah satu alasan dilakukannya studi matahari dan cuaca luar angkasa NASA.  Kita tidak dapat mengabaikan cuaca luar angkasa, tapi kita dapat mengambil tindakan yang sesuai untuk melindungi diri kita. | Sumber: NASA.gov

Sumber : vivanews.com
AS Uji Coba Senjata Rahasia Hipersonik

AS Uji Coba Senjata Rahasia Hipersonik

Militer Amerika Serikat berhasil melakukan uji coba prototipe senjata rahasia hipersonik. Prototipe senjata hipersonik itu sukses mengudara di atas Samudera Pasifik, Kamis 17 November 2011.

Sukses ini semakin meningkatkan kemampuan militer Amerika. Mereka akan mampu menyerang target atau musuh, di manapun berada. Di seluruh permukaan bumi. Kecepatan hipersonik sendiri didefinisikan setara dengan lima kali kecepatan suara atau 3.805 mil per jam atau setara 6.124 kilometer per jam.

Seperti konsep senjata hipersonik lainnya, senjata rahasia Amerika ini terbang di atmosfer secara mendatar. Berbeda dengan senjata rudal balistik yang membumbung ke atas dan akhirnya meluncur ke bawah. Keberhasilan ini merupakan hasil pelajaran dari dua uji penerbangan hipersonik yang dilakukan para peneliti Pentagon, atau yang disebut dengan DARPA, pada April 2010 dan Agustus 2011 yang lalu.

Senjata hipersonik yang dikembangkan ini diluncurkan dari kapal dengan tiga tahap sistem booster dari fasilitas rudal pasifik di Kepulauan Kauai di Hawaii pada pukul 06.30 pagi waktu setempat. Prototipe itu akhirnya jatuh di kawasan latihan Reagan yang letaknya di kawasan Atol Kwajalein.

Selama uji coba, pejabat Pentagon terus memantau senjata rahasia ini. Baik melalui udara, laut, hingga darat. Mereka ingin mengumpulkan data lengkap soal aerodinamis, navigasi, pemandu, kontrol, serta teknologi termal yang digunakan untuk menghindarkan intensitas panas selama penerbangan hipersonik.

Keberhasilan ini memberikan kegembiraan tersendiri pada DARPA. Pasalnya, saat menguji coba Falcon Hypersonic Technology Vehicle 2 (HTV-2) sebelumnya, mereka mengalami kegagalan sebanyak dua kali. Saat uji coba pada Agustus yang lalu, HTV-2 mencapai kecepatan 20 Mach atau 295,069 meter per detik.

Angkatan Udara Amerika juga telah melakukan uji coba sendiri dengan alat X-51A Waverider pada 13 Juni 2011. Uji coba ini merupakan program percobaan mesin scramjet. Selama percobaan itu, X-51A Waverider mencapai kecepatan hingga 5 Mach atau setara 320,543 meter per detik sebelum akhirnya gagal berganti ke sumber bahan bakar utama. 

Sumber : vivanews.com
Pendiri Pesaing Facebook Meninggal di Usia 22

Pendiri Pesaing Facebook Meninggal di Usia 22


Ilya Zhitomirskiy Salah satu pendiri jejaring sosial pesaing Facebook, Diaspora, dikabarkan meninggal di usia muda, 22 tahun.

Hingga saat ini belum diketahui secara resmi informasi mengenai kematian Ilya. Tapi, kabar duka ini sontak membuat komunitas teknologi berduka.
Diaspora merupakan jejaring sosiak yang dibuat Ilya bersama ketiga temannya dari Courant Institute di New York. Selain Ilya, mereka adalah Daniel Grippi, Maxwell Salzberg, dan Raphael Sofaer.

Diaspora dibuat sebagai respon atas keluhan pengendalian informasi pribadi yang ada di Facebook. Kelemahan Facebook dalam hal privasi pula yang menyebabkan pengguna Facebook mengeluh, karena banyak mendapat berbagai penawaran, dari kartu kredit atau asuransi, yang bocor dari informasi di Facebook.
Dengan Diaspora, penggunanya bisa mengendalikan data dan informasi, dengan menentukan kepada siapa saja informasi bisa di-share.
Keempat mahasiswa ini kemudian hendak mengembangkan Diaspora dengan mengumpulkan dana melalui situs pengembangan ide, Kickstarter. Diaspora berhasil mendapatkan dana awal sebesar US$200 ribu untuk memulai jejaring sosial ini.
Salah satu donasi didapat dari pendiri Facebook Mark Zuckerberg. "Saya pikir ini ide yang sangat keren," ucap Zuck, saat diwawancara Wired. Namun belum diketahui berapa dana yang dikeluarkan Zuck untuk proyek pesaingnya ini.
Sumber : vivanews.com
Bumi Selamat karena Jupiter Usir Planet Besar

Bumi Selamat karena Jupiter Usir Planet Besar


David Nesvorny, peneliti dari Southwest Research Institute menyebutkan, ada kemungkinan bahwa tata surya dahulunya memiliki 5 planet raksasa. Bukan empat planet seperti yang ada saat ini.

Seperti diketahui, saat baru terbentuk, planet-planet yang ada di tata surya belum memiliki orbit yang stabil dan kemungkinan besar Jupiter pernah mendekat ke arah Matahari sebelum kembali ke posisinya.

Tetapi, bagaimana Jupiter bisa berpindah posisi tanpa menyebabkan Bumi bertabrakan dengan Mars atau Venus tidak bisa diketahui. Namun, lewat simulasi komputer, dengan menambahkan sebuah planet raksasa dengan massa serupa dengan planet Uranus atau Neptunus, akhirnya semua masuk logika.

Simulasi komputer menunjukkan, satu buah planet besar telah dikeluarkan dari tata surya oleh Jupiter. Setelah planet raksasa di tata surya tinggal empat buah, Jupiter kemudian bisa berpindah kembali ke posisi awal dan membuat susunan planet-planet tersisa menjadi seperti saat ini tanpa mengganggu planet-planet dalam.

“Kemungkinan bahwa pada awalnya sistem tata surya memiliki lebih dari empat planet raksasa dan kemudian melepaskan beberapa di antaranya tampak dimungkinkan jika melihat temuan sejumlah planet yang bergerak bebas di ruang antar galaksi beberapa waktu terakhir,” kata Nesvorny, seperti dikutip dari Astronomy Now, 13 November 2011.

Nesvorny menyebutkan, temuan-temuan itu mengindikasikan bahwa proses pengusiran planet-planet dari sistem tata surya merupakan hal yang umum terjadi. Temuan ini sendiri dipublikasikan di jurnal The Astrophysical Journal Letters.
Perpindahan posisi planet Jupiter saat sistem tata surya baru lahir sendiri sudah diteliti sejak lama. Menurut pelenliti, salah satu efek sampingnya adalah yang mengakibatkan ukuran planet Mars menjadi kerdil dibanding planet-planet tetangganya.
Sumber : vivanews.com
NASA: Asteroid Apophis Bukan Pertanda Kiamat

NASA: Asteroid Apophis Bukan Pertanda Kiamat

Keberadaan asteroid Apophis sudah diketahui sejak penemuannya pada 19 Juni 2004. Juga bahwa ia melintas dekat dengan Bumi. 

Namun, baru-baru ini muncul sebuah laporan mengejutkan dari Rusia. Para astronom Rusia memprediksi asteroid Apophis akan menabrak Bumi  35 tahun mendatang. Tepatnya 13 April 2036. 

Seperti dimuat RIA Novosti, Profesor Leonid Sokolov dari St Petersburg State University memperkirakan, pada 13 April 2029, Apophis akan mendekat Bumi dengan jarak 37.000 hingga 38.000 kilometer. Dan akhirnya menabrak Bumi di tanggal yang sama di tahun 2036. Badan Antariksa Rusia pun  telah mengantisipasi hal ini.

Pernyataan ilmuwan Rusia didasarkan atas prediksi bahwa batu luar angkasa sepanjang 270 meter, atau lebih dari dua kali panjang lapangan sepak bola, akan melintasi apa yang disebut sebagai lubang kunci gravitasi saat melintas dekat Bumi pada 2029. 

Jika memang Apophis melewati 'lubang kunci' saat berdekatan dengan Bumi, diperkirakan Apophis akan kembali dan bisa memukul Bumi pada 13 April 2036. 

Namun, Badan Antariksa Amerika Serikat membantah, bahwa itu berarti kiamat bagi Bumi. 

"Secara teknis, apa yang dikatakan ilmuwan Rusia benar. Bahwa mungkin Apophis akan menabrak Bumi," kata kepala objek dekat Bumi NASA, Donald Yeomans, seperti dimuatSpace.com. Namun ditambahkan dia, kesempatan itu kecil, 1:250.000. 

Dijelaskan Yeomans, situasi pada 13 April 2029, Apophis memang berada di dekat Bumi -- sekitar lima kali jari-jari Bumi. "Memang cukup dekat, namun kami sudah mengeyampingkan asteroid itu bakal menabrak Bumi saat itu," kata Yeomans. 

Juga, kemungkinan Apophis melewati 'lubang kunci' yang lebih kecil dibandingkan besaran asteroid itu sangatlah kecil. 

Skrenario yang lebih mungkin adalah, Apophis akan berada dalam jarak yang relatif dekat dengan Bumi pada akhir 2012 dan awal 2013. Saat itu pergerakannya akan terus diamati oleh teleskop Bumi dan sistem radar canggih. 

Jika diperkirakan asteroid itu berdampak destruktif atau merusak, NASA akan membuat skema penyelamatan Bumi. Tujuannya,  mengubah orbit asteroid -- mengurangi kemungkinan tubrukan pada 2036 sampai titik nol. 

Kata Yeomans, ada beberapa cara untuk mengubah orbit asteroid. Yang paling sederhana, mengirimkan pesawat ruang angkasa menuju batu langit yang meluncur itu. Teknik yang sama digunakan pada 4 Juli 2005 lalu saat pesawat Deep Impact ditabrakan ke komet, Tempel 1.



Sumber : vivanews.com
Malaysia, ASEAN Pertama Ikut Pakta Antartika

Malaysia, ASEAN Pertama Ikut Pakta Antartika


Malaysia secara resmi telah menjadi anggota Pakta Traktat Antartika. Malaysia menjadi negara anggota ASEAN pertama dan negara ke-49 di dunia yang ikut Pakta yang memberi akses melakukan penelitian di Kutub Selatan ini.
Malaysia telah menjadi anggota non-konsultatif yang berarti bisa terlibat dalam proses pembuatan kebijakan di Rapat Konsultasi Traktat Antartika. Kementerian Luar Negeri Malaysia menyatakan Rabu 2 November 2011 kemarin, keikutsertaan ini diharapkan meningkatkan upaya riset dan penemuan yang dilakukan peneliti Malaysia dipatenkan.
Malaysia sebenarnya telah menjadi anggota Komite Ilmiah Riset Antartika sejak Juli 2008. Komite internasional ini bertanggung jawab untuk melakukan, mengkampanyekan dan mengkoordinasikan riset di Antartika. 
Sudah lebih dari 60 penelitian ilmiah yang melibatkan peneliti Malaysia telah diikutkan sejak 1997, ketika Selandia Baru membuka Markas Scott-nya untuk peneliti Malaysia. Kantor Perdana Menteri Malaysia menyatakan, iklim dan lingkungan Antartika ini memiliki dampak langsung terhadap perubahan iklim dan lingkungan global.
Traktat Antartika ditandatangani di Washington, 1 Desember 1959, oleh 12 negara. Kemudian diterapkan sejak 1961. "Ini adalah harapan Pemerintah bahwa Malaysia akan diundang menjadi anggota konsultatif penuh Rapat Konsultasi Traktat Antartika di Australia tahun depan."
Sumber: The Star Online 
Sumber : vivanews.com